03.06

Rancangan Aplikasi Gis untuk Rehabilitasi hutan tropis

ehm..ehm....!Pada kali kami bermaksud untuk memetakan suatu wilayah atau propinsi di indonesia untuk di'Mapping' sesuai dengan luas daerah hutan tropis yang ada di wilayah tersebut.
maunya sih seluruh wilayah Indonesia. (tapi berhubung keterbatasan dana dan support sekaligus baru coba-coba buat aplikasi gis maka syukur banget kalo rancangan ini berhasil).

Latar belakang :
Alasan kami memilih tema ini adalah dilandasi dari data yang kami dapat dari Situs WALHI (Wahana Lingkungan hidup Indonesia) yang mana Laju kerusakan hutan di Indonesia 2,76 juta Ha/tahun
yang disebabkan oleh pembalakan liar dan kebakaran hutan. belum di tambah lagi Bencana ekologis yang merupakan implikasi dari tindakan-tindakan kejahatan lingkungan (environmental crime) yang dimotori oleh kaum kapitalis yang hanya
mementingkan keuntungan diri sendiri atau pihak tertentu. padahal jika kita amati fungsi hutan Tropis itu sendiri lebih berguna dan akan menguntungkan beberapa sektor sekaligus. contoh :
- produktif(ekonomis)
- perlindungan (ekologis)
- psikologis dan keagamaan
- serta wisata dan pendidikan.
bisa kita bayangkan kan? kalo seandainya fungsi-fungsi hutan tropis yang begitu bagus dan bermanfaatnya bagi seluruh rakyat indonesia harus hilang karena keserakahan dan nafsu belaka.
nah, maka dari itu kami bermaksud berpartisipasi dalam pengelolaan sumber daya alam yang begitu bagus dengan membuat sebuah Desicion Support System meskipun untuk aplikasi GIS untuk hutan tropis dalam dekade sepuluh tahunan ini sudah
berkembang walau belum optimal.

Rancangan Aplikasi :

sebagaimana kita tahu bahwa GIS mulai dikenal pada awal 1980-an. Seiring dengan berkembangnya perangkat komputer, baik perangkat
lunak maupun perangkat keras, GIS berkembang sangat pesat pada era 1990-an. Kalau kita lihat dari definisinya, SIG menjawab beberapa pertanyaan seperti :
- Lokasi
- Kondisi
- Pola
- Pemodelan
menurut para ahli, kemampuan-kemampuan inilah yang membedakan GIS dari sistem informasi lainnya.

setelah browsing kesana-kesini, akhirnya kami menemukan dari beberapa sumber yang intinya rancangan aplikasi GIS yang akan kami buat di susun dari beberapa term, yaitu:
- Informasi (Spasial - non Spasial)
- Perumusan Kebijakan yang akan di ambil
- Perencanaan
- Pelaksanaan
- Pengawasan Evaluasi
yang akan menghasilkan :
- Kebijakan
- Rencana
- Pelaksanaan


data spasial sendiri kami artikan sebagai berikut :

• Informasi lokasi atau informasi spasial. Contoh yang
umum adalah informasi lintang dan bujur, termasuk
diantaranya informasi datum dan proyeksi. Contoh lain
dari informasi spasial yang bisa digunakan untuk
mengidentifikasikan lokasi misalnya adalah Kode
Pos.
• Informasi deskriptif (atribut) atau informasi non
spasial. Suatu lokalitas bisa mempunyai beberapa
atribut atau properti yang berkaitan dengannya;
contohnya jenis vegetasi, populasi, pendapatan per
tahun, dsb.

sedangkan untuk Sistem Koordinat yang akan kami pergunakan dapat dijelaskan sebagai informasi lokasi yang ditentukan berdasarkan sistem koordinat peta yang mencakup datum dan proyeksi data.
Sedangkan sistem proyeksi peta adalah sistem yang dirancang untuk merepresentasikan permukaan dari suatu bidang lengkung atau spheroid
(misalnya bumi) pada suatu bidang datar. Proses representasi ini menyebabkan distorsi yang perlu diperhitungkan untuk memperoleh ketelitian beberapa
macam properti, seperti jarak, sudut, atau luasan.

sekian untuk gambarannya.
untuk digitasi data akan kami terbitkan di posting selanjutnya ...

06.14

Tujuan mengikuti kuliah GIS

  • Tujuan mempelajari mata kuliah Geografic Information System (GIS) adalah:


    • menambah pengetahuan saya dalam bidang Geographic Information System
    • mengimplementasikannya pengetahuan GIS yang saya dapatkan dalam banyak hal

05.39

Sistem Koordinat Peta

Dalam menentukan titik atau tempat dipeta, dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranaya:
-Dengan cara Koordinat Geografi
-Dengan cara Koordinat Peta. Koordinat peta terdapat tiga cara penunjukan, yakni: cara koordinat 4 angka,cara koordinat 6 angka dan cara koordinat 8 angka
-Dengan cara karvak
-Dengan cara titik pangkal, dan
-Dengan cara garis pangkal

untuk sementara saya hanya bisa menjelaskan tentang cara koordinat peta dulu. (dah ngantuk ^_)
mungkin yang lainnya akan menyusul...

Seperti yang sudah dipaparkan diatas. Koordinat peta terdapat tiga cara penunjukan, yakni: cara koordinat 4 angka, cara koordinat 6 angka, dan cara koordinat 8 angka.
Cara 4 angka: digunakan untuk memperlihatkan posisi suatu tempat yang cukup lebar, misalkan untuk menunjukan lokasi danau, telaga dsb. Jarak kira-kira 1000 meter (sisi bujur sangkar dibagi 1000)
Cara 6 angka: digunakan untuk menunjukan lokasi yang sempit. Semisal, loksai kemah, titik pertemuan (check poin) dll. Jarak 100 meter. (sisi bujursangkar dibagi 10 bagian)
Cara 8 angka: digunakan untuk menunjukan suatu titik, miasal titik triangulasi, lokasi korban (sisi bujur sangkar dibagi 100)

Referensi :
Adiyuwono, NS. Teknik membaca peta dan kompas. 1995. Bandung: Angkasa Bandung
Agustin, Hendri. Panduan Teknis Pendakian Gunung. 2006. Yogyakarta: Penerbit Andi